When you saw me then i saw you...
time stop for a while
I felt my blood circulated faster
and i could feel thru your eyes
we had same feeling
I don't know you, you don't know me
but this feeling was quite strong
are you the one? am I the one?
we were confused
When you started to talk,
Your eyes never moved
and i felt shy and asked to myself
are you the one?
But this feeling has been stopped
The power of mind is also strong
This mind doesn't want you,
This feeling is missing you,
I don't know you and you don't know me
Love at first sight of us is not strong enough.ID
May God touch you someday.....
This blog contents is a few part of my experiences, I put my feeling in this blog when i have time to write down. God always bless me...Amen
Thursday, February 23, 2012
Wednesday, February 15, 2012
Hati yang gundah
Hatiku, kenapa engkau menyiksa dirimu?
Kenapa engkau menangis?
Dimanakah yang kamu rindukan?
Kenapa harus ada pertemuan yang menggetarkan hati,
kalau itu hanya sia-sia.
Kenapa harus ada cinta timbul dari hati,
kalau itu tidak kunjung berbunga dan berbuah.
Tenanglah hai jiwaku
Tenanglah hatiku
Tuhan menjagamu dan mengerti kamu.
Dia akan menjawab segala pertanyaanmu
dan membuat segalanya menjadi jelas.
Aku rindu Tuhan, Aku rindu campur tanganMu Yesus.ID
Puisi yang ditulis dalam diary-ku pada 25 January 2007.
Aku membaca ulang tulisan curhatan hatiku di diary dan menemukan puisi ini.
Kenapa engkau menangis?
Dimanakah yang kamu rindukan?
Kenapa harus ada pertemuan yang menggetarkan hati,
kalau itu hanya sia-sia.
Kenapa harus ada cinta timbul dari hati,
kalau itu tidak kunjung berbunga dan berbuah.
Tenanglah hai jiwaku
Tenanglah hatiku
Tuhan menjagamu dan mengerti kamu.
Dia akan menjawab segala pertanyaanmu
dan membuat segalanya menjadi jelas.
Aku rindu Tuhan, Aku rindu campur tanganMu Yesus.ID
Puisi yang ditulis dalam diary-ku pada 25 January 2007.
Aku membaca ulang tulisan curhatan hatiku di diary dan menemukan puisi ini.
Wednesday, January 11, 2012
Essay in Self Development Class while in University
I was smiling when i read those essay after about 9 years. Some of my characters has changed already. they were written when i was in university and in Self Development Class. My lecturer gave the students task to tell about our self and character. See below essay:
Saya seorang mahasiswa Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada. Saya memilih perguruan tinggi ini karena perguruan tinggi ini adalah perguruan tinggi negeri sehingga spp-nya lumayan murah, dipercayai oleh beberapa perusahaan dan biaya hidup di Yogyakarta yang murah. Saya memilih jurusan ini karena saya ingin merancang mesin yang sesuai tuntutan zaman. Saya tidak cukup energik untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan tenaga besar sehingga saya tidak berminat mengambil kegiatan yang berhubungan dengan olahraga.
Sesungguhnya saya suka berorganisasi tetapi saya belum pernah terlibat dalam kepengurusan di salah satu organisasi yang ada di Universitas Gadjah Mada. Akan tetapi saya pernah terlibat dalam kepanitiaan penyelenggaraan paskah teknik 2000 atas nama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Saat itu saya menjabat sebagai seksi konsumsi. Hingga sekarang saya tergabung dalam kepengurusan persekutuan pemuda Bethany. Dengan tergabung didalamnya sedikit demi sedikit saya mempunyai keberanian untuk tampil di depan umum. Sudah hampir 1,5 tahun saya tergabung di dalam persekutuan tersebut dan kini saya diangkat sebagai koordinator “Creative Ministry”. Saya cukup banyak mempunyai kenalan dari anak SLTP sampai orang yang sudah bekerja. Dan menurut saya, saya orang yang cukup bergaul. Mungkin karena teman saya kurang mengenal saya sehingga menyebut saya kurang bergaul. Saya juga menjaga pergaulan saya yaitu jangan sampai pergaulan itu merusak hidup saya.
Saya selalu hadir dalam setiap perkuliahan. Jika saya tidak hadir disebabkan karena saya mempunyai kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan misalnya pada jadwal yang sama ada praktikum. Saya cukup rajin untuk belajar di luar jam kuliah dan semua tugas yang diberikan dosen selalu saya kerjakan.
Saya menjadi bersemangat jika tugas-tugas yang diberikan menarik. Menarik tidaknya tugas, selalu saya selesaikan dengan segera. Saya tidak suka menunda-nunda dan mengulur-ulur waktu terhadap segala tugas yang diberikan. Saya selalu menyelesaikannya tepat pada waktunya dan cepat. Sikap tersebut membuat saya dinilai rajin dan disiplin. Saya belum pernah berpikir bahwa saya orang yang disiplin sehingga teman menilai saya seperti itu. Jika tugas yang diberikan sangat sulit, mula-mula saya harus belajar dan belajar lagi dan berusaha mencari pemecahannya dan jika saya tidak bisa mencari pemecahannya, saya akan bertanya pada teman saya dan jika bisa kami akan bekerjasama. Keinginan kuat saya untuk mencapai tujuan dan memperoleh hasil membuat saya dinilai sebagai orang yang berambisi.
Jika bekerja kelompok, saya selalu menanyakan pendapat teman-teman terlebih dahulu walaupun sudah mengetahui jawabannya. Hal ini selalu saya terapkan karena kemungkinan ide dan pendapat mereka lebih baik. Dari hal ini saya mengetahui bahwa kepemimpinan saya ke arah konsultatif dan partisipatif. Sesungguhnya saya suka bekerja sendiri daripada berkelompok karena kejadian yang sering saya tenui jika bekerja kelompok adalah ngobrol dan banyak waktu yang terbuang begitu saja. Walaupun saya tetap mengakui hasil kerja dari kerjasama biasanya lebih baik daripada hasil kerja perorangan.
saya suka belajar dengan cara latihan karena rumus-rumus yang ada lebih mudah diingat dan biasanya bertahan lebih lama daripada belajar dengan cara menghafal. Saya tidak bisa serius belajar jika tanpa tekanan misalnya ada test atau merasa tersaingi. Dalam hal sainganlah yang membuat saya belajar giat baik dengan cara menghafal maupun latihan. Oleh karena itu, saya suka bersaing walaupun saingan kadang-kadang membuat saya jenuh (lelah dan bosan).
Saya kecewa jika seseorang tidak menepati janjinya karena orang tersebut bisa kehilangan kepercayaan saya terhadapnya. Saya tidak suka berbohong (jujur). Oleh karena iu, saya selalu berusaha menepati janji yang diberikan saya kepada orang lain. Saya tidak mau orang lain kehilangan kepercayaan terhadap saya. Saya selalu berpegang pada prinsip yang saya miliki dan prinsip tersebut harus sesuai dengan ajaran agama yang saya anut. saya termasuk orang yang suka beribadah dan berdoa sehingga teman menilai saya sebagai orang yang bertaqwa.
Jika ada masalah, saya sering mengeluh dan jika saya bingung, saya sering mengajukan pertanyaan yang mendetail sehingga teman-teman saya menilai saya sebagai orang yang cerewet. Dengan keluhan yang saya ucapkan lebih membuat beban saya menjadi ringan. Keluhan tersebut disebabkan saya khawatir terhadap masalah yang saya hadapi. Saya senang melakukan segala sesuatunya yang sudah tersusun rapi dan terencana baik. Dan saya tidak suka jika ada yang mengganggu susunan rencana saya karena saya harus berpikir lagi dan menyusun ulang rencana saya. Dan hal inilah yang kadang-kadang membuat saya khawatir. Saya merasa rapi dari segi penyusunan rencana dan tujuan bukan penampilan, buku-buku dan barang-barang yang tersusun rapi. Tidak tersusunnya buku dan barang-barang disebabkan saya sedang sibuk saat itu. Teman menilai saya cuek karena penampilan saya.
Saya termasuk orang yang suka memperhitungkan kerugian dan keuntungan atau kebaikan dan keburukan yang akan saya alami ketika saya mengambil keputusan.
Sikap perhitungan dan hemat saya membuat saya dinilai pelit oleh teman saya. Biasanya dalam kasus meminjam buku catatan. Kadang-kadang saya meminjamkan buku catatan saya kepada orang yang meminjamnya. Dan jika saya tidak meminjamkan buku catatan saya disebabkan saya sedang butuh catatan tersebut pada saat ia meminjamnya atau disebabkan orang yang meminjam sulit dihubungi dan jarang ditemui atau juga orang yang meminjam sering lupa mengembalikan buku tersebut dan juga karena kebiasaan teman yang malas mencatat sehingga selalu meminjam dari saya. Kebiasaan teman yang malas tersebut membuat saya ingin mengajarnya supaya tidak kebiasaan dengan sikap malas mencatat.
Dengan persepsi terhadap diri saya yaitu agresif mengerjakan sesuatu (militan), disiplin, berpendirian, rajin, taqwa, jujur, menepati janji dan berambisi menunjukkan saya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.maupun yang dipimpin. Hanya saya gugup tampil di depan umum meskipun sebelum tampil saya mempunyai motivasi yang kuat untuk tampil. Kegugupan tersebut membuat saya lupa dengan ide-ide dan gagasan yang ingin saya sampaikan. Saya juga mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa yang resmi, saya kurang terampil berbahasa sehingga saya mengalami kesulitan dalam menjelaskan sesuatu. Sikap ceroboh juga mengganggu saya sehingga soal yang saya kerjakan yang sebelumnya saya yakin bisa menjawabnya dengan benar menjadi salah. Saya ingin sekali mengurangi kegugupan dan kecerobohan saya itu serta saya juga ingin mengurangi kesulitan saya menggunakan bahasa yang terampil.
Dari hasil analisis kepemimpinan tentang diri saya, saya cukup luwes menggunakan gaya kepemimpinan yang berarti gaya kepemimpinan saya tidak cendrung sama pada semua situasi. Hal ini bisa dilihat dari matriks pada halaman terakhir (terlampir). Dan dari hasil analisis kepemimpinan itu juga diperoleh bahwa gaya kepemimpinan pertama saya adalah konsultatif (tinggi tugas tinggi hubungan) yaitu pemimpin memberikan pengarahan yang cukup tetapi sudah menggunakan komunikasi dua arah dan memberi dukungan terhadap bawahan dan yang kedua adalah partisipatif (rendah tugas tinggi hubungan) yaitu adanya kesetimbangan atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan antara atasan dan bawahan. Gaya kepemimpinan yang bisa lebih dikembangkan adalah direktif (tinggi tugas rendah hubungan) dan delegating (rendah tugas rendah hubungan). Saya akui bahwa saya jarang menggunakan gaya ini jika memimpin. Efektifitas gaya kepemimpinan saya menunjukkan angka yang baik.
Saya terbuka dengan kritikan jika kritikan tersebut bersifat membangun. Saya mau memperbaiki kekurangan saya. Akan tetapi jika kritikan tersebut menyangkut kebiasaan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengubahnya. Kritikan atas ide dan rencana yang saya susun tidak selalu saya alami. Kadang-kadang saya menjadi pendengar yang baik. Jika seseorang mengeluh akan kesulitannya, saya bersedia mendengar walaupun tidak bisa memberi jawaban atas masalah yang dihadapinya. Menurut saya jika mendengar keluhannya maka beban orang tersebut akan menjadi lebih ringan. Saya bisa menjadi pendengar yang tidak baik jika saya mengikuti seminar, kuliah, atau diskusi yang membosankan.
Saya menilai diri bisa dipimpin karena saya mau mengerjakan tugas yang dibebankan pada saya dan selalu saya selesaikan dengan segera.
Saya seorang mahasiswa Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada. Saya memilih perguruan tinggi ini karena perguruan tinggi ini adalah perguruan tinggi negeri sehingga spp-nya lumayan murah, dipercayai oleh beberapa perusahaan dan biaya hidup di Yogyakarta yang murah. Saya memilih jurusan ini karena saya ingin merancang mesin yang sesuai tuntutan zaman. Saya tidak cukup energik untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan tenaga besar sehingga saya tidak berminat mengambil kegiatan yang berhubungan dengan olahraga.
Sesungguhnya saya suka berorganisasi tetapi saya belum pernah terlibat dalam kepengurusan di salah satu organisasi yang ada di Universitas Gadjah Mada. Akan tetapi saya pernah terlibat dalam kepanitiaan penyelenggaraan paskah teknik 2000 atas nama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Saat itu saya menjabat sebagai seksi konsumsi. Hingga sekarang saya tergabung dalam kepengurusan persekutuan pemuda Bethany. Dengan tergabung didalamnya sedikit demi sedikit saya mempunyai keberanian untuk tampil di depan umum. Sudah hampir 1,5 tahun saya tergabung di dalam persekutuan tersebut dan kini saya diangkat sebagai koordinator “Creative Ministry”. Saya cukup banyak mempunyai kenalan dari anak SLTP sampai orang yang sudah bekerja. Dan menurut saya, saya orang yang cukup bergaul. Mungkin karena teman saya kurang mengenal saya sehingga menyebut saya kurang bergaul. Saya juga menjaga pergaulan saya yaitu jangan sampai pergaulan itu merusak hidup saya.
Saya selalu hadir dalam setiap perkuliahan. Jika saya tidak hadir disebabkan karena saya mempunyai kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan misalnya pada jadwal yang sama ada praktikum. Saya cukup rajin untuk belajar di luar jam kuliah dan semua tugas yang diberikan dosen selalu saya kerjakan.
Saya menjadi bersemangat jika tugas-tugas yang diberikan menarik. Menarik tidaknya tugas, selalu saya selesaikan dengan segera. Saya tidak suka menunda-nunda dan mengulur-ulur waktu terhadap segala tugas yang diberikan. Saya selalu menyelesaikannya tepat pada waktunya dan cepat. Sikap tersebut membuat saya dinilai rajin dan disiplin. Saya belum pernah berpikir bahwa saya orang yang disiplin sehingga teman menilai saya seperti itu. Jika tugas yang diberikan sangat sulit, mula-mula saya harus belajar dan belajar lagi dan berusaha mencari pemecahannya dan jika saya tidak bisa mencari pemecahannya, saya akan bertanya pada teman saya dan jika bisa kami akan bekerjasama. Keinginan kuat saya untuk mencapai tujuan dan memperoleh hasil membuat saya dinilai sebagai orang yang berambisi.
Jika bekerja kelompok, saya selalu menanyakan pendapat teman-teman terlebih dahulu walaupun sudah mengetahui jawabannya. Hal ini selalu saya terapkan karena kemungkinan ide dan pendapat mereka lebih baik. Dari hal ini saya mengetahui bahwa kepemimpinan saya ke arah konsultatif dan partisipatif. Sesungguhnya saya suka bekerja sendiri daripada berkelompok karena kejadian yang sering saya tenui jika bekerja kelompok adalah ngobrol dan banyak waktu yang terbuang begitu saja. Walaupun saya tetap mengakui hasil kerja dari kerjasama biasanya lebih baik daripada hasil kerja perorangan.
saya suka belajar dengan cara latihan karena rumus-rumus yang ada lebih mudah diingat dan biasanya bertahan lebih lama daripada belajar dengan cara menghafal. Saya tidak bisa serius belajar jika tanpa tekanan misalnya ada test atau merasa tersaingi. Dalam hal sainganlah yang membuat saya belajar giat baik dengan cara menghafal maupun latihan. Oleh karena itu, saya suka bersaing walaupun saingan kadang-kadang membuat saya jenuh (lelah dan bosan).
Saya kecewa jika seseorang tidak menepati janjinya karena orang tersebut bisa kehilangan kepercayaan saya terhadapnya. Saya tidak suka berbohong (jujur). Oleh karena iu, saya selalu berusaha menepati janji yang diberikan saya kepada orang lain. Saya tidak mau orang lain kehilangan kepercayaan terhadap saya. Saya selalu berpegang pada prinsip yang saya miliki dan prinsip tersebut harus sesuai dengan ajaran agama yang saya anut. saya termasuk orang yang suka beribadah dan berdoa sehingga teman menilai saya sebagai orang yang bertaqwa.
Jika ada masalah, saya sering mengeluh dan jika saya bingung, saya sering mengajukan pertanyaan yang mendetail sehingga teman-teman saya menilai saya sebagai orang yang cerewet. Dengan keluhan yang saya ucapkan lebih membuat beban saya menjadi ringan. Keluhan tersebut disebabkan saya khawatir terhadap masalah yang saya hadapi. Saya senang melakukan segala sesuatunya yang sudah tersusun rapi dan terencana baik. Dan saya tidak suka jika ada yang mengganggu susunan rencana saya karena saya harus berpikir lagi dan menyusun ulang rencana saya. Dan hal inilah yang kadang-kadang membuat saya khawatir. Saya merasa rapi dari segi penyusunan rencana dan tujuan bukan penampilan, buku-buku dan barang-barang yang tersusun rapi. Tidak tersusunnya buku dan barang-barang disebabkan saya sedang sibuk saat itu. Teman menilai saya cuek karena penampilan saya.
Saya termasuk orang yang suka memperhitungkan kerugian dan keuntungan atau kebaikan dan keburukan yang akan saya alami ketika saya mengambil keputusan.
Sikap perhitungan dan hemat saya membuat saya dinilai pelit oleh teman saya. Biasanya dalam kasus meminjam buku catatan. Kadang-kadang saya meminjamkan buku catatan saya kepada orang yang meminjamnya. Dan jika saya tidak meminjamkan buku catatan saya disebabkan saya sedang butuh catatan tersebut pada saat ia meminjamnya atau disebabkan orang yang meminjam sulit dihubungi dan jarang ditemui atau juga orang yang meminjam sering lupa mengembalikan buku tersebut dan juga karena kebiasaan teman yang malas mencatat sehingga selalu meminjam dari saya. Kebiasaan teman yang malas tersebut membuat saya ingin mengajarnya supaya tidak kebiasaan dengan sikap malas mencatat.
Dengan persepsi terhadap diri saya yaitu agresif mengerjakan sesuatu (militan), disiplin, berpendirian, rajin, taqwa, jujur, menepati janji dan berambisi menunjukkan saya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.maupun yang dipimpin. Hanya saya gugup tampil di depan umum meskipun sebelum tampil saya mempunyai motivasi yang kuat untuk tampil. Kegugupan tersebut membuat saya lupa dengan ide-ide dan gagasan yang ingin saya sampaikan. Saya juga mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa yang resmi, saya kurang terampil berbahasa sehingga saya mengalami kesulitan dalam menjelaskan sesuatu. Sikap ceroboh juga mengganggu saya sehingga soal yang saya kerjakan yang sebelumnya saya yakin bisa menjawabnya dengan benar menjadi salah. Saya ingin sekali mengurangi kegugupan dan kecerobohan saya itu serta saya juga ingin mengurangi kesulitan saya menggunakan bahasa yang terampil.
Dari hasil analisis kepemimpinan tentang diri saya, saya cukup luwes menggunakan gaya kepemimpinan yang berarti gaya kepemimpinan saya tidak cendrung sama pada semua situasi. Hal ini bisa dilihat dari matriks pada halaman terakhir (terlampir). Dan dari hasil analisis kepemimpinan itu juga diperoleh bahwa gaya kepemimpinan pertama saya adalah konsultatif (tinggi tugas tinggi hubungan) yaitu pemimpin memberikan pengarahan yang cukup tetapi sudah menggunakan komunikasi dua arah dan memberi dukungan terhadap bawahan dan yang kedua adalah partisipatif (rendah tugas tinggi hubungan) yaitu adanya kesetimbangan atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan antara atasan dan bawahan. Gaya kepemimpinan yang bisa lebih dikembangkan adalah direktif (tinggi tugas rendah hubungan) dan delegating (rendah tugas rendah hubungan). Saya akui bahwa saya jarang menggunakan gaya ini jika memimpin. Efektifitas gaya kepemimpinan saya menunjukkan angka yang baik.
Saya terbuka dengan kritikan jika kritikan tersebut bersifat membangun. Saya mau memperbaiki kekurangan saya. Akan tetapi jika kritikan tersebut menyangkut kebiasaan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengubahnya. Kritikan atas ide dan rencana yang saya susun tidak selalu saya alami. Kadang-kadang saya menjadi pendengar yang baik. Jika seseorang mengeluh akan kesulitannya, saya bersedia mendengar walaupun tidak bisa memberi jawaban atas masalah yang dihadapinya. Menurut saya jika mendengar keluhannya maka beban orang tersebut akan menjadi lebih ringan. Saya bisa menjadi pendengar yang tidak baik jika saya mengikuti seminar, kuliah, atau diskusi yang membosankan.
Saya menilai diri bisa dipimpin karena saya mau mengerjakan tugas yang dibebankan pada saya dan selalu saya selesaikan dengan segera.
Sunday, October 2, 2011
Sisters of Warmness
Who knows our meeting only take 8 months....
I am happy to spend my time with them and sharing our life every Sunday. Their love has melt the coolness of my heart. I was awoken by them when they show care to me. I am, who was ever disappointed due to the coolness of other friends especially from same "organization" with me.
Feeling of getting betrayed, unfair, disappointed eventhought i've forgiven them but it had frozen my heart. I thought that there is no real friendship. They only took advantages and just ignored me after they found that we were in different organization or they felt that they didn't need me anymore. Just threw me away.
But, the people in my current cellgroup are truly kind and lovely. They've shown their love even i only met them once last year. I felt the warmness of them last year, and i was surprised when two of them were asking my condition in Indonesia after Tsunami hit my country.
Last March I came back to Korea to work again. I met them again on Sunday after worship service. They were very welcome, lovely and so open. I joined their cellgroup, and slowly it became a regular activity on every Sunday. We shares our experience, life and faith. That kind activity, I'd been missing so much, has made me to believe God without any doubt. Yeah, it made my heart be warm again. God has healed me, God washed the scar in my heart. I smile back and be friendly again.
But I am moving on....We will separate again. I am happy God has answered my pray to live in a place that not far from my parents, I am happy God has made me to meet my current cellgroup friends but feeling sad because have to leave them. I wish God will answer all the prayer requests of them and bless them everyday. id
"Again, I tell you that if two of you on earth agree about anything you ask for, it will be done for you by my Father in heaven. For where two or three come together in My name, there am I with them." Matthew 18:19-20
I am happy to spend my time with them and sharing our life every Sunday. Their love has melt the coolness of my heart. I was awoken by them when they show care to me. I am, who was ever disappointed due to the coolness of other friends especially from same "organization" with me.
Feeling of getting betrayed, unfair, disappointed eventhought i've forgiven them but it had frozen my heart. I thought that there is no real friendship. They only took advantages and just ignored me after they found that we were in different organization or they felt that they didn't need me anymore. Just threw me away.
But, the people in my current cellgroup are truly kind and lovely. They've shown their love even i only met them once last year. I felt the warmness of them last year, and i was surprised when two of them were asking my condition in Indonesia after Tsunami hit my country.
Last March I came back to Korea to work again. I met them again on Sunday after worship service. They were very welcome, lovely and so open. I joined their cellgroup, and slowly it became a regular activity on every Sunday. We shares our experience, life and faith. That kind activity, I'd been missing so much, has made me to believe God without any doubt. Yeah, it made my heart be warm again. God has healed me, God washed the scar in my heart. I smile back and be friendly again.
But I am moving on....We will separate again. I am happy God has answered my pray to live in a place that not far from my parents, I am happy God has made me to meet my current cellgroup friends but feeling sad because have to leave them. I wish God will answer all the prayer requests of them and bless them everyday. id
"Again, I tell you that if two of you on earth agree about anything you ask for, it will be done for you by my Father in heaven. For where two or three come together in My name, there am I with them." Matthew 18:19-20
Saturday, October 1, 2011
Autumn, my favorite season
Colourful, Beautiful and Romantic....
The words that i use to describe Autumn Season. All the leaves turn to red, yellow, brown and orange....The trees also bear fruits. Hiking will not be boring because we may see different kind of fruits, mushrooms, and also some flowers.
So colourful and beautiful, makes me don't want to stay at home. Just go to the park, enjoying the colour.
Romantic...Yeah, the couples will feel this feeling more in Autumn.
I love to walk along the tree paths when the leaves fall down and my foots make the pile of leaves messy.
Harvest time is equal to Autumn Season in living as Christ's followers. We shall bear fruits.
Galatians 5:22-23, But the fruit of the Spirit is love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, and self-control....
In Autumn Season, we bear fruits so that we may live to bless our family, friends, colleagues, co-workers, neighbours, and to glorify Jesus as Son of God.
Hallelujah!id
The words that i use to describe Autumn Season. All the leaves turn to red, yellow, brown and orange....The trees also bear fruits. Hiking will not be boring because we may see different kind of fruits, mushrooms, and also some flowers.
So colourful and beautiful, makes me don't want to stay at home. Just go to the park, enjoying the colour.
Romantic...Yeah, the couples will feel this feeling more in Autumn.
I love to walk along the tree paths when the leaves fall down and my foots make the pile of leaves messy.
Harvest time is equal to Autumn Season in living as Christ's followers. We shall bear fruits.
Galatians 5:22-23, But the fruit of the Spirit is love, joy, peace, patience, kindness, goodness, faithfulness, gentleness, and self-control....
In Autumn Season, we bear fruits so that we may live to bless our family, friends, colleagues, co-workers, neighbours, and to glorify Jesus as Son of God.
Hallelujah!id
Winter Season
Dingin dan Kering....Kedua kata ini selalu digunakan untuk mendeskripsikan musim dingin. Dan Salju, untuk beberapa negara yang berada dekat dengan kutub utara atau selatan.
Musim dingin, adalah musim yang membuat orang-orang mengurangi aktivitas outdoornya. Sepertinya tidak terdengar keceriaan dan kehangatan. Banyak orang menghabiskan waktunya di dalam ruangan.
Kehidupan rohani dan kondisi iman kekristenan kita juga bisa berada pada keadaan di musim dingin. Seperti pohon-pohon pada musim dingin, menjadi kering dan tidak ada daun tersisa pun. Pohon-pohon itu seperti mati saja. Begitu juga jika iman kita berada pada kondisi ini. Kondisi yang paling tidak menyenangkan, terasa tidak ada berkat, sedang dalam pergumulan dengan imannya. Sepertinya Tuhan telah meninggalkan kita. Yang ada hanya lah masalah dan masalah lagi. DI saat itu juga iman seseorang teruji, pada kondisi seperti itu seorang kristen bisa saja memutuskan untuk menyerah dan meninggalkan Tuhan. Tidak menjadi percaya lagi pada Tuhan karena dia merasa Tuhan sudah meninggalkannya.
Yohanes 15:1-8, Tuhan Yesus memberi perumpamaan bahwa Dia adalah Pokok Anggur sedangkan umatNya adalah ranting-rantingnya.
Tepatnya pada ayat 2, Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Dan seorang kristen yang berada pada kondisi musim dingin, adalah seperti ranting yang sedang dibersihkan. Saat kita merasa kehidupan tidak adil ketika kita melayani Tuhan dengan setia dan taat pada firman-Nya. Di manakah Tuhan? Apa yang sedang terjadi? Kenapa Tuhan tidak datang menolong kita dan hanya membiarkan kita terjerat masalah-masalah. Yang perlu kita lakukan saat itu adalah tetap setia pada Tuhan, tetap berdoa dan percaya ada suatu rencana yang indah. Ranting di bersihkan, berada pada kondisi ini memang sangat menyakitkan. Kecewa, tertindas, tidak ada berkat, dikhianati, sakit, tertekan dan depresi selalu menyertai. Saat itu Tuhan sedang membentuk kita supaya kita bisa berbuah lebih banyak dan Nama Tuhan dimuliakan. Kita di bersihkan dan dimurnikan seperti salju supaya layak masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Amen
Bersyukurlah selalu senantiasa dan tetap setia, pada kondisi apa pun. Setelah musim dingin ada musim semi. id
Musim dingin, adalah musim yang membuat orang-orang mengurangi aktivitas outdoornya. Sepertinya tidak terdengar keceriaan dan kehangatan. Banyak orang menghabiskan waktunya di dalam ruangan.
Kehidupan rohani dan kondisi iman kekristenan kita juga bisa berada pada keadaan di musim dingin. Seperti pohon-pohon pada musim dingin, menjadi kering dan tidak ada daun tersisa pun. Pohon-pohon itu seperti mati saja. Begitu juga jika iman kita berada pada kondisi ini. Kondisi yang paling tidak menyenangkan, terasa tidak ada berkat, sedang dalam pergumulan dengan imannya. Sepertinya Tuhan telah meninggalkan kita. Yang ada hanya lah masalah dan masalah lagi. DI saat itu juga iman seseorang teruji, pada kondisi seperti itu seorang kristen bisa saja memutuskan untuk menyerah dan meninggalkan Tuhan. Tidak menjadi percaya lagi pada Tuhan karena dia merasa Tuhan sudah meninggalkannya.
Yohanes 15:1-8, Tuhan Yesus memberi perumpamaan bahwa Dia adalah Pokok Anggur sedangkan umatNya adalah ranting-rantingnya.
Tepatnya pada ayat 2, Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
Dan seorang kristen yang berada pada kondisi musim dingin, adalah seperti ranting yang sedang dibersihkan. Saat kita merasa kehidupan tidak adil ketika kita melayani Tuhan dengan setia dan taat pada firman-Nya. Di manakah Tuhan? Apa yang sedang terjadi? Kenapa Tuhan tidak datang menolong kita dan hanya membiarkan kita terjerat masalah-masalah. Yang perlu kita lakukan saat itu adalah tetap setia pada Tuhan, tetap berdoa dan percaya ada suatu rencana yang indah. Ranting di bersihkan, berada pada kondisi ini memang sangat menyakitkan. Kecewa, tertindas, tidak ada berkat, dikhianati, sakit, tertekan dan depresi selalu menyertai. Saat itu Tuhan sedang membentuk kita supaya kita bisa berbuah lebih banyak dan Nama Tuhan dimuliakan. Kita di bersihkan dan dimurnikan seperti salju supaya layak masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Amen
Bersyukurlah selalu senantiasa dan tetap setia, pada kondisi apa pun. Setelah musim dingin ada musim semi. id
Wednesday, August 4, 2010
Lost In China
Being bored after 1 year staying in this country make me escaped to China for travelling. On Early of 2009, I went to Shanghai, a week after Chinese lunar New Year. The weather was cold, around 2-10 C. That time was my first time came to China. And it was my first time too travelling alone, no friend in strange environment. I was there for 5 days 4 nights.
On the first day, my flight was delayed for about 2 hours due to heavy cloudy weather in Incheon, South Korea. By Shanghai airline, I went to Pudong airport, the in ternational airport of Shanghai. It took only 7 minutes to downtown by Maglev, the magnetic train and the fastest train in China. The maximum speed is 400 km/hr, very fast!!!
In the train, I had chit chat with an old guy who sat beside me. He started the conversation and he spoke in Chinese. I could understand a bit. I told him that I only could speak and understand a little bit of Mandarin. Hmm…so shy, I am Chinese but cannot speak mandarin…sight ㅜㅜ…..He was friendly and that time was his first experience to take Maglev too…hehehe…He couldn’t speak English. After we arrived to the subway station, he helped me to take picture with Maglev. “Oh thanks God, I could take picture with Maglev”. Then we took our own way.
A policeman helped me buy the train ticket through a ticket machine. It’s only RMB 1, -. I came down to reach the train. I asked a young man who was standing beside me to make sure the direction of train to East Nanjing Station in English. Then he answered in Chinese. He said just follow him because he was going to the same station. The funny thing was suddenly he asked my ring. “are you married?”. I replied “not yet”. “But you have a ring in your finger.” He pointed out my ring. “I told him “ No, it’s just an accessory, no meaning.” The train came, and we went inside and had chit chat. He kept speaking in Chinese. I told him that I only can speak and understand a little bit Chinese. He didn’t believe that I came to Shanghai alone and I didn’t have a friend in Shanghai. He guess I wanted to meet my boyfriend. Hahaha…so funny this guy. He asked me a lot of things. He gave me his business card. His name is Di Min. When we arrive to East Nanjing Rd, he took my baggage and helped me to take a taxi for me. He was very gentle and kind…..and handsome too…;).
After I put my baggage in a cheap hotel, located nearby Bund area (Waitan), I went to the Huangpu river, took a lot of pictures with my Lumix camera and tripod and sometime asked people to help me taking my picture with the exotic place background….kkk..kk…There’re a lot of people there. There were local and international tourists, policeman, and also the salesman. Being at Waitan (bund area) made me feeling in Europe especially France. The Huangpu River separates the modern and the old of Shanghai, the Bund area and Lujiajui. Then I walked to KFC store and bought some food then came back to hotel then slept.
On the second day, I left the hotel at 8 o’clock in the morning. I went to Bund area to differ the night view and day view of the Waitan. There were few people at there. An old lady was doing Taichi. It remind me to Taichi master movie, stared by Jet Lee. Then I took taxi and went to Xin Tian Di, the first conference place of Communist party of China. There were a lot of cafés and restaurants at there. Feeling like I was in Europe again. I was busy taking picture, walked around of the area. That time was at 10.00 AM. So, all the stores or restaurants were starting to open. I only saw two or six different people who walking around. Then I needed buy RMB. I asked to a young man, seem he was waiting for someone. Luckily I asked him. There was no money changer in China. I could only buy RMB at an authorized bank or at five star hotels. Then I asked him about Xin Tian Di. He told about this area and he showed me a communist party museum. Because of his friend had not come yet, he accompanied me to go inside museum. He helped me taking picture with communist party’s flag. His name is Max and just came back from Canada. We were separated after his friend called him. He asked for my email address. And of course I asked the way to People Square.
I bought RMB and walked to People Square. Having lunch alone…(hiks…so pity) then went inside to the Shanghai museum. Looking around and taking pictures in the museum and the park in People Square. I saw a young man was sitting in the park and asked him whether he know a church in that area. He didn’t know because he was not shanghainese. He just had interview and would go back to his hometown, Suzhou. He just graduated from University degree. He helped me take two pictures with the People Square background.
I continued my journey. A group of young men, I think they were a college student, showed me the church. I took 4 pictures then left. I checked my map again. I wanted to go to Yuyuan market. I walked and passed the Huai huai Road, The fashion centered of Shanghai. Everyone at there was beautiful and handsome. The buildings are new and modern. I saw an old guy. Seem that he was working for government in tourism. He was telling the direction and way to some people. I came to him, and he told me the direction to Yuyuan market in Chinese. I took Taxi and arrived.
It was very wonderful market. The building style is an old style. The store are selling traditional stuff. I went inside to the Yuyuan house with a park. It was beautiful and peaceful place. I bought an Erhu for RMB 180,-. I presented it to my father. I like all the ornaments in Yuyuan. Feeling like I was in an ancient China like in Fong sai yuk movie…hahaha. Then I came back to the hotel on foot and took dinner alone…sight :(.
Then I went to East Nanjing Road, the shopping place like Myeondong, a shopping place in Seoul-South Korea. It is much better than Myeondong. I like it so much…^^.
On the third day, I took an english tour to Suzhou and Zhou Zoang. I was the only visitor in the group because of the low season. It meant there were a driver, a tour guide, and me. I went to Grand Canal and some ancient parks and houses. I took a boat and looked around the ancient house in Zhou Zoang, the Venice of the East. Due to I was the only customer, I was freely taking picture with the background…hahaha….the tour guide must be tired of this narcissistic girl. Suzhou and Zhou Zoang remind me to the TV drama in Ming dynasty era and the 8 wives movie stared by Steven Chow.
Arrived to hotel and took dinner to the same restaurant. The food was cheap. I couldn’t spend a lot of money because I didn’t have much RMB. I got cold that night.
The next day, I felt better after took medicine and slept well. By taxi, I went to five star hotel for about 20-30 mins. I forgot the hotel’s name. The hotel was the meeting point for another tour. I went to Hangzhou with some other people from German, Spain, and local people. I got a woman tour guide. She was expert and talked very fast. She had a mole around her mouth. Hmmm..i think she is kind a fussy person. I visited the temple, the cave and the wonderful West Lake. I like West Lake so much. It is very beautiful place. We took a ship to cross the lake. There was a big pagoda. The pagoda is related to White Snake legend. How the white snake loved a human being that was her husband.
After we crossed lake, I bought some souvenirs for my friends. Then I realized that I was lost. “Where are they?” I was panic. I went to the public phone, but It couldn’t work. I used my korean mobile to call my tour guide. I was confused. I kept walking and looking for my group. Then I was enchanted by the beauty of the park. I stopped to look for my group and took some pictures. A lady with her DSLR camera asked me to take her picture. And of course I asked her to help me. Then suddenly my tour guide came to me. She was angry and worried. I said sorry to her and my group. I just lost for 20 minutes. The two Germanys, my friends, just smiled. I was very sorry because of that. The last place that we visited was Tea garden. The tea smell was very strong and good. I bought a small box. Then we came back to Shanghai and I exchanged my email address with the two Germanys.
It was my last evening in Shanghai. I walked a long the street from hotel to East Nanjing road. I was listening carefully the music from the giant clock of the artistic building. It was ringing every 15 minutes. Whenever I passed the building, I remembered a popular TV drama, ”Shanghai Bund” that was starred by a handsome actor, Chow Yun-Fat. I still remember clearly the original soundtrack of the TV drama. Hmm….I am thinking to watch the TV drama again.
At East Nanjing, I bought some snacks, just wanted to spend my remains RMB. I came back to the hotel and packed my baggage.
On the last day, I left hotel in the morning. The sky was still dark. I think it’s around 6 o’clock. I took taxi to the East Nanjing station. I spoke in Chinese to the taxi driver but he couldn’t understand. I saw him East Nanjing station in a map. He still couldn’t understand. Then I saw him a Chinese character of subway station that was written down by my Chinese friend. He got it “ oh…di tie’ he said.
By using my round trip Maglev ticket, I went to Pudong airport and flied back to Korea. It’s unforgettable trip in my life. I told to myself that I will not ever travel alone anymore…hahahaha. Eating alone in strange environment was not fun. ID
Subscribe to:
Posts (Atom)